Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Boleh Tidak Mengunjungi Keluarga di Negara Kafir?

Oleh Turki Ibn Mubarak Al Binali

Pertanyaan:
Ada perempuan bertanya, keluargaku berada di wilayah orang-orang kafir yang wilayah itu dikuasai oleh rezim Nusyairi, maka apakah aku boleh melakukan safar untuk berkunjung kepada mereka dengan ditemani oleh saudara laki-lakiku?

Jawaban:
Untuk menjawab perempuan yang bertanya ini, maka kami katakan, kamu tidak boleh melakukan safar ke negara kafir yang di dalamnya hukum-hukum orang-orang kafir ditinggikan walaupun hal itu dengan alasan untuk berkunjung ke keluarga atau alasan-alasan lainnya, bahkan keluargamu wajib berhijrah ke negara Islam yang di dalamnya hukum-hukum Islam ditinggikan, Allah Ta'ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, "Dalam keadaan bagaimana kalian ini?" Mereka menjawab, "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)." Para malaikat berkata, "Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?" Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa': 97 )

“Dalam keadaan menganiaya diri sendiri," yaitu karena mereka tidak berhijrah, tetap tinggal di tengah-tengah orang-orang musyrik dan memperbanyak jumlah mereka dari pada jumlah kaum muslimin, padahal mereka mampu melakukan hijrah dan pindah ke negara Islam. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk berhijrah dalam banyak hadis, di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dalam kitabnya Al Mustadrak dan diriwayatkan oleh selain beliau, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Aku memerintahkan kepada kalian dengan lima perkara yang Allah memerintahkannya kepadaku: berjemaah, mendengar dan taat, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang tinggal di negara kafir dalam banyak hadis, di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah￾tengah orang-orang musyrik.”

Jika keluargamu belum berhijrah, maka setidaknya mereka bersegera mengunjungimu dan bukan sebaliknya. Wallahul muwaffiq...

Sumber: As-Syaykh al-Mujahid Turkiy bin Mubarok al-Bin’aliy rohimahulloh, Fatawa on The Air Edisi Ke-7, (Penyebar Berita: 1441 H), hlm. 4-6.

Penulis: Turki Ibn Mubarak Al Bin'ali
Penerjemah: Hubbut Tauhid
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al ‘Umari