Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Definisi Amaliah Istisyhadiyyah

Oleh Abu Umar As Saif

Sesungguhnya ‘amaliyyah istisyhaadiyyah atau ‘amaliyyah fidaaiyyah itu adalah salah satu bentuk operasi yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang dalam melawan musuh yang berjumlah dan bersenjata lebih banyak. Perlu diketahui bahwasanya ketika mereka melakukan aksi-aksi semacam ini, mereka sebelumnya tahu bahwasanya aksi-aksi tersebut akan berakhir dengan satu kepastian, yaitu mati. Inilah yang ada dalam keyakinan mereka atau yang ada dalam perkiraan kuat mereka.

Cara yang paling banyak digunakan dalam melaksanakan ‘amaliyyah istisyhaadiyyah pada zaman kita sekarang ini adalah meledakkan diri atau mobil atau tas dan masuk dengan ke dalam perkumpulan musuh atau tempat-tempat yang vital dalam kehidupan mereka atau fasilitas-fasilatas penting mereka. Di sanalah peledakan itu dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat yang dapat menimbulkan korban atau kerugian sebanyak mungkin dalam barisan musuh karena dilihat dari faktor surprise (daya kejut) dan jauhnya dalam memasuki perkumpulan dan tentu saja pelaku aksi semacam inilah yang pertama kali menjadi korban meninggal karena biasanya dia adalah orang yang paling dekat dengan bahan peledak.

Di sana ada cara yang lain, yaitu seorang mujahid yang menyandang senjata masuk menerobos ke dalam kamp-kamp musuh atau daerah tempat berkumpulnya mereka, lalu ia menembaki mereka dari dekat, dan perlu diketahui bahwasanya sebelum dia melakukan aksi ini ia sama sekali tidak berpikir untuk keluar atau membuat perencanaan untuk kembali karena tujuannya hanyalah satu, yaitu membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia yakin akan mati. Inilah cara yang digunakan di dalam ‘amaliyyah istisyhadiyyah pada zaman sekarang.

Sedangkan apa yang dikatakan oleh sebagian orang bahwasanya ‘amaliyyah istisyhadiyyah atau ‘amaliyyah fidaiyyah itu adalah ‘amaliyyah intihariyyah (aksi bunuh diri) adalah salah. Perlu diketahui bahwasanya sebutan semacam ini adalah sebutan yang disenangi oleh orang-orang Yahudi terhadap saudara-saudara kami dengan tujuan supaya saudara-saudara tersebut meninggalkan aksi tersebut karena betapa jauh perbedaan antara keduannya sebagaimana jauhnya timur dan barat karena orang yang bunuh diri itu dilaknat oleh Allah dan baginya adalah nar (neraka) Jahannam dan Allah memurkainya di  dalam kitab-Nya dan menyiapkan baginya siksa yang sangat besar dan orang yang bunuh diri itu melakukan bunuh diri hanyalah karena putus asa, tidak sabar, dan lemah atau tidak mempunyai iman, adapun kepada seorang fidai, Allah tertawa terhadap mereka, Allah rida terhadap mereka, dan menjadikan mereka rida, dan jika Rabbmu telah tertawa kapada seseorang, maka setelah itu orang tersebut tidak akan susah selama-lamanya. Seorang mujahid melakukan aksi semacam ini bukan lain hanyalah karena kuatnya keimanan, dan keyakinan yang ia miliki, dan dengan tujuan untuk membela agama Allah, dan mengorbankan dirinya kepada Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Inilah yang akan kami jelaskan di dalam kajian ini. In syaa Allah.

Sumber: Syaikh Abu `Umar Muhammad bin `Abdillah As Saif, Bom Bunuh Diri... Jihad atau Bukan?, (Dept. Media & Publikasi Al-Qo`idun Group), hlm. 14-16.

Penulis: Abu `Umar As Saif
Penerjemah: Abu Musa Ath Thayyar
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al `Umari