Oleh Abu Asybal Usamah
@ Pusat Media Mullah ‘Umar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya, atas sahabat-sahabatnya semua.

Akhir-akhir ini kita melihat bahwa pejuang negara Islam Iraq dan Syam melakukan penyembelihan kepada tentara Iraq, shahawat Iraq, dan tentara rezim tiran Nusyairiyyah. Dahulu pada waktu negara Islam Iraq juga sering muncul dalam rilisan video pejuang menyembelih para tentara.

Apakah ini ada dasarnya dalam Islam? Mungkin sebagian orang menganggap ini adalah sesuatu yang menyelisihi etika dan adab. Namun kami akan mencoba menjelaskan hal ini sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah serta contoh dari salafush shalih.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, فإذا لقيتم الذين كفروا فضرب الرقاب “Jika kalian bertemu orang-orang kafir (dalam peperangan), maka pancunglah leher-leher mereka.” (QS. Muhammad: 4)

Ayat ini jelas menunjukkan perintah kepada orang mukmin dalam memperlakukan musuhnya ketika mereka berperang atau tidak ada perjanjian di antara mereka atau mereka mengobarkan permusuhan dengan mencela agama Islam. Hal ini sesuai dengan tujuan disyariatkan i’dad (persiapan militer untuk jihad), yaitu membuat gentar musuh (QS. Al Anfaal: 60) agar mereka berhenti dari kezaliman mereka. Meski demikian, cara pembunuhan seperti ini adalah sesuai adab dan termasuk ringan bagi yang terbunuh karena dia tidak tersiksa dengan cara termasuk di banding dia harus terluka dengan tembakan dan memerlukan tembakan lagi untuk memastikan dia sudah tidak bernyawa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (bersabda), إن الله كتب الإحسان على كل شيء فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة “Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik dalam segala sesuatu. Jika kalian membunuh (baik itu membunuh musuh (orang kafir), melakukan qishash, atau memerangi kaum murtad), maka baguskanlah cara membunuhnya.” (HR. Muslim)

Siapa yang pertama kali memenggal musuh? Memenggal kepala pertama kali dilakukan oleh sahabat. Beliau adalah 'Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Ibnu Mas’ud memenggal musuh Allah dan gembong kekufuran, Abu Jahal. Kisah pemenggalan tersebut kita bisa dapati di Kitab Shahihul Bukhari Kitab Al Maghazi Bab Qatli Abi Jahl karya Imam Bukhari dan Kitab Al Bidayah wan Nihayah Bab Maqtal Abi Jahl la’anahullah karya Imam Ibnu Katsir.

Peristiwa itu terjadi dalam Perang Badr. Sebelumnya kematiannya melalui tangan Ibnu Mas’ud, Abu Jahl terluka oleh tombak Mua’dz bin Amru bin Jamuh. Mu’adz ibnul Jamuh pun terluka, di mana tangannya terputus karena sabetan pedang anak Abu Jahl, Ikrimah.

Mu’adz bin Afra’ melawati Abu Jahl dan menambah luka Abu Jahl dengan tombaknya. Setelah pertempuran selesai, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ingin mengonfirmasi kalau gembong kekufuran, Abu Jahl, telah tewas. Maka Ibnu Mas’ud pun mengajukan diri untuk bertanggungjawab untuk memastikan kematian Abu Jahl.

Ibnu Mas’ud pun pergi ke medan pertempuran. Ia menemukan Abu jahl tergelatak di atas pasir dengan kondisi terluka parah. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ibnu Mas’ud lalu meletakkan kakinya di leher Abu Jahl.

Ibnu Mas’ud pun bekata kepada Abu Jahl: “Tidakkah Allah menghinakanmu?”

Abu Jahl: “Dengan apa dia menghinakanku?”

Ibnu Mas’ud: “Bukankah dulu engkau mencoba membunuh seorang yang kini menginjakkan kakinya di atas lehermu. Maka kemenangan siapa hari ini?”

Abu Jahl: “Sungguh engkau telah mencapai pada posisi yang sulit dicapai oleh orang-orang wahai penggembala kambing?”

Ibnu Mas’ud pun menyembelih Abu Jahl dan memenggal kepalanya lalu membawahnya kehadapan Rasulullah. Setelah membawa kepala Abu Jahl di hadapan Nabi, Ibnu Mas’ud berkata: “Wahai Rasulullah ini adalah kepala musuh Allah”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggikan suaranya, “Allahu Akbar, segala puji bagi Allah Yang telah menepati janjinya, Yang telah menolong hamba-Nya, menguatkan tentara-Nya dan menghancurkan pasukan aliansi kafir”.

Maka perlakuan tersebut merupakan syariat Allah untuk menggentarkan musuh-musuh-Nya yang mencoba menghancurkan Islam dan muslimin agar mereka berhenti dari kezaliman mereka. Wallahu Ta’ala a’lam.

Sumber: http://berikutcontoh.blogspot.com/2014/05/hukum-mujahidin-penggal-kepala-orang.html?m=1, dengan penyesuaian

Penulis: Abu Asybal Usamah
Editor: Muhammad Ibn Yusuf

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ

Baca Juga

Bantahan Mudah Tuduhan Dusta Abu Hilyah atas Kitab Al Ba'its Milik Syaikh Al Maqdisi, Baca Sampai Tuntas! (96)
Fatwa-Fatwa Ulama Kibar Sa'udi tentang Sayyid Quthb (1/2) (152)
Ladang Pengokohan antara Kaidah atau Syi'ah (87)
Mengajarkan Sesuatu dari Dasar, Sedikit Demi Sedikit (89)
Dibantah Ulama Asy'ariyyah, Apakah "LiputanIslam" Mau Bilang Ulama Sunni Asy'ari Hoaks dan Takfiri? (1/2) (80)