Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Hukum Seputar Menyalati Bayi yang Meninggal

Oleh Turki Ibn Mubarak Al Binali

Pertanyaan:
Ini ada orang lain yang bertanya, telah lahir bayi kondisi hidup kemudian satu jam kemudian meninggal, maka apakah ia disaati? Apakah ia dimandikan atau dikafani?

Jawaban:
Bayi apabila lahir dan menjerit kemudian ia meninggal, maka ia diberi nama, mewarisi, diwariskan, dimandikan, dikafani, disalati, dan dimakamkan di kuburan kaum muslimin.

Adapun jika bayi keguguran kondisi meninggal, maka hukumnya seperti sebelumnya menurut Imam Ahmad walaupun dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat.

Imam Ahmad rahimahullah Ta'ala berpendapat jika janin keguguran setelah ditiupkannya ruh, maka ia dimandikan, dikafani, dan disalati, dan ini adalah pendapat yang kuat, in syaa Allah, di antara pendapat ahli ilmu.

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah Ta'ala berkata setelah menguatkan pendapat ini,
“Dan kami punya hadis yang diriwayatkan oleh Al Mughirah bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, “Dan janin yang meninggal karena keguguran, maka ia disalati,” diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi. Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan, “Dan anak kecil yang meninggal karena keguguran, maka ia disalati,” At-Tirmidzi berkata, “Hadis ini hasan sahih.” Ahmad menyebutkan hadis ini dan berhujjah dengannya dan dengan hadis Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu 'anhu wa ardhah berkata, "Tidak ada yang lebih berhak untuk disalati daripada anak kecil." Karena ia juga manusia yang telah ditiupkan ruh padanya sehingga ia disalati seperti bayi yang lahir dan menjerit kemudian meninggal.”

Sumber: As-Syaykh al-Mujahid Turkiy bin Mubarok al-Bin’aliy rohimahulloh, Fatawa on The Air Edisi Ke-7, (Penyebar Berita: 1441 H), hlm. 9-10.

Penulis: Turki Ibn Mubarak Al Bin'ali
Penerjemah: Hubbut Tauhid
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al ‘Umari