Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Jalan Keselamatan Hanyalah Satu

Oleh Abdullah Ibn Abdurrahman Al Jibrin

Sesungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu jalan Allah yang lurus yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya,
وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ   ۚ  وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ    ؕ  ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (QS Al An'am: 153)

Telah dinukil dari sebuah hadis sahih bahwa suatu ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda, "Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan", kemudian beliau membaca ayat,
وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ   ۚ  وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ    ؕ  ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya."
(HR. Ahmad dan Ad Darimi)

Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shirathul mustaqim sangat jelas terlihat.

Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dalam sebuah hadis,
"Agama Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka thuba bagi para Ghuraba'."
(HR. Muslim)

Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian Ghuraba' sebagai berikut, "Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari fitnah-fitnah." Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri hingga agamanya tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dalam sebuah hadis, "Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggembalaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya."

Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut Ghuraba' dan merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, "Berbahagialah para Ghuraba'!"

Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits, "Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!"

Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semoga setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak dikabulkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikutiny dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala  semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala urusan kita dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun terselebung. Sesungguhnya Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Selawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam, atas keluarga, dan segenap sahabat beliau.

Sumber: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya, (Jakarta: Website "Yayasan Al-Sofwa").

Penulis: 'Abdullah Ibn 'Abdirrahman Al Jibrin
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari