Oleh Abu Asybal Usamah
@ Pusat Media Mullah ‘Umar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya, atas sahabat-sahabatnya semua.

Media-media yang berafliasi ke Rezim Suriyyah atau media resmi Suriyyah kemudian sampai detik ini masih terus merekayasa tentang berita “Jihad Nikah” di Suriyyah, khususnya jaringan yang mengirimkan gadis-gadis Tunisia untuk melakukan “Jihad Nikah”. Di sini kami jelaskan tentang maksud dari Jihad Nikah. Pertama, dan ini yang selalu digembar-gemborkan oleh media afiliasi Rezim Suriyyah, “Jihad Nikah” yang dimaksud adalah nikah yang dilakukan dalam waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan biologis para pejuang oposisi Suriyyah yang sepanjang waktu revolusi tidak dapat memenuhi kebutuhan itu.

Maka dari itu kami katakan:

1. “Jihad Nikah” yang seperti ini pertama dimunculkan dan disandarkan kepada fatwa Syaikh Muhammad Al-‘Arifi. Dan itu adalah dusta dan telah dibantah oleh beliau sendiri. http://www.babnet.net/festivaldetail-61107.asp

2. Bahwa “Jihad Nikah” yang mereka suarakan dan tuduhkan kepada mujahidin adalah Nikah yang menyerupai Nikah Mut’ah yang diyakini oleh Ahlussunnah keharamannya secara ijma’. Dan nikah model ini hanya ada dan dimuliakan oleh agama Syiah Imamiyah.

3. Para Imam Tunisia telah membantah keberadaan gadis-gadis Tunisia yang pergi untuk melaksanakan “Jihad Nikah”. Mereka mengatakan dalam prinsip Ahlussunnah nikah semacam itu sama dengan mut’ah dan diharamkan. http://moheet.com/…

4. Dalam rangka membenarkan opini tersebut, media yang berafiliasi kepada rezim tagut Suriyyah mencomot foto mujahidah Cechnya, mujahidah Suriyyah, dan membuat “film wawancara” dengan “artis” korban “Nikah” tersebut untuk meyakinkan adanya nikah semacam itu. Wa makaru wamakarallah wallahu khoirul makirin.

5. Rekan kami telah memosting tentang Tahridh (menyemangati) dari Muqtadaa Ash-Shadr (ulama milisi syiah Irak) untuk MUT’AH JAMA’I bagi Jaysul Mahdi dqan pahala besar bagi gadis yang memut’ahkan tubuhkan kepada Jaysul Mahdi. http://www.voa-islam.com/…/

Kedua, makna yang dimaksud dengan Jihad Nikah adalah seseorang berjihad kemudian ia menikah untuk menjaga kesucian dan memperbanyak keturunan yang didambakan menjadi pejuang Islam. Ini jauh maknanya dari yang digembar-gemborkan. Nikah seperti inilah yang berkah dan sangat dianjurkan dan hal ini pun terjadi di medan jihad Suriyyah. Di mana anak warga Suriah nikah dengan pejuang Suriyyah. Dokter relawan (wanita) nikah dengan pejuang Tentara Kemerdekaan Suriyyah (FSA).

Dan yang ada adalah wanita-wanita yang meyakini bahwa Jihad sekarang -dengan berbagai asbabnya- adalah Fardhu ‘Ain. Mereka membentuk katibah melawan tentara tagut Bashar yang telah merampas kehormatan saudari-saudari mereka di Suriah. Berikut adalah wanita-wanita yang telah mempermalukan pria yang memiliki tubuh yang sehat yang belum mampu mengangkat senjata melawan tagut Suriyyah dan Amerika serta antek-antek mereka. Wallahul musta'an.

Sumber: https://asshidqy.wordpress.com/celoteh/jihad-nikah/, dengan penyesuaian

Penulis: Abu Asybal Usamah
Editor: Muhammad Ibn Yusuf

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ

Baca Juga

Ulama Mazhab yang Bilang Bumi Itu Datar (99)
Pengertian Fikih Secara Bahasa dan Secara Istilah (82)
Perempuan Haid Membaca Al Qur'an dengan HP (63)
Ushul Fiqh: Definisi, Istilah-Istilahnya, dan Objek Kajian (73)
Sejarah Islam Arakan dan Kejahatan Budhdha Burma terhadap Muslim Rohingya (66)