Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Nasihat bagi Ikhwan di Indonesia

Oleh Abu Isa Adh Dharir

Pertanyaan:
Apakah ada nasihat yang Anda berikan untuk saudara-saudara kita di Indonesia, terkhusus setelah mereka mendapati banyak ancaman akan dibunuh dari Ghulat disebabkan karena mereka menerjemahkan dan menerbitkan buku-buku para syekh yang disebarluaskan oleh Yayasan Turats Al 'Ilmi?

Jawaban:
Sesungguhnya saya mengabarkan pada mereka, yang paling pertama adalah saya mencintai mereka bahwasanya saya mencintai mereka karena Allah Ta'ala, meski kita belum pernah berjumpa. Sungguh hati kami bersatu sebelum bertemunya jasad kami. Kedua, aku berterima kasih kepada mereka karena apa yang telah mereka korban berupa kerja keras dalam berdakwah.

Semoga itu menjadi pahala bagi mereka, in syaa Allah, karena sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa salam,
لَأَنْ يَهْدِيَ اللّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أن يكون لك حُمْرِ النَّعَمِ
"Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada satu orang dengan (perantaraan) kamu, lebih baik bagimu daripada engkau mendapatkan unta merah."
(Muttafaqun 'Alaih)

Nasihatku untuk mereka yang aku ringkaskan dalam beberapa kalimat ini.

Wahai, ikhwah tercinta, janganlah kalian menganggap remeh pekerjaan kalian dalam tarjamah karena ia adalah amalan yang besar. Karena sesungguhnya bagi orang-orang yang berbicara bukan dengan bahasa 'Arab kesulitan bahasa tanpa ada pemahaman ilmu-ilmu syariat.

Begitu pun sebagian banyak bidah di 'Ajam (selain 'Arab) lebih banyak dari apa yang ada di 'Arab. Sungguh Allah telah menguji kita, wal hamdu lillahi 'ala kulli hal, dengan sekelompok kecil dari orang-orang 'Ajam ahli bidah yang mana mereka tidak paham bahasa juga (tidak paham) ilmu syariat. Orang-orang mengendalikan penyebaran berbagai kesesatan, talbis terhadap manusia, dan pengafiran terhadap ulama kaum muslimin.

Aku berterima kasih kepada kalian atas kerja keras kalian dalam memerangi ghuluw dan aku berharap kepada Allah Ta'ala supaya membalas kebaikan kalian dari setiap orang yang membaca terjemah kalian dengan sebaik-baik balasan.

Wahai, ikhwah tercinta, ketahuilah bahwa memerangi bidah ghuluw dan bidah bukan ghuluw itu dianggap oleh ahli ilmu termasuk jihad di jalan Allah.

Wahai, ikhwah tercinta, janganlah kalian terpedaya dengan ahli bidah, berikut harta mereka dan relasi mereka. (Jangan pula terpedaya dengan) banyaknya mereka dan ancaman-ancaman mereka. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala Penolong dan Pelindung kalian, in syaa Allah. Tidaklah mengalir sesuatu pun dari nikmat dan amarah, kecuali dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Subhanah berfirman,
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
(QS Fathir: 2)

Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia; dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS Yunus: 107)

Sesungguhnya tikaman ahli bidah terhadap ahli sunah merupakan kemuliaan pada dua sisi; penyucian bagi mereka yang ditikam dan kesyahidan di jalan Allah bagi mereka yang dibunuh.

Aku memohon kepada Allah Ta'ala supaya menyampaikan perkataanku ini kepada kalian dan kalian dalam keadaan yang sempurna, juga (menjadikan) kebaikan atas din kalian dan kehidupan kalian, serta menjadikanku dan kalian termasuk para imam yang mendapat petunjuk dengan perintah-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Dekat dan Maha Mengabulkan.

Sumber: Saluran Telegram, Mu'assatut Turatsil 'Ilmi

Penulis: Abu 'Isa Adh Dharir
Penerjemah: Abu Khansa', Abu Mu'adz Al Jawi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari