Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Qadha' Salat Harus Secepatnya atau pada Waktunya?

Oleh Turki Ibn Mubarak Al Binali

Pertanyaan:
Ini ada pertanyaan lain dari seorang ikhwan, bahwa ia lupa melaksanakan salat Isya', kemudian ia tidak ingat kalau ia belum salat Isya', kecuali di hari kedua pada waktu salat Dzuhur, maka apakah ia harus melaksanakan waktu itu juga atau ia harus menundanya sampai tiba waktu Isya'?

Jawaban:
Pertama-tama seorang muslim harus berusaha keras dalam melaksanakan salat-salat wajib pada waktunya, sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat menghati-hatikan dari melaksanakan salat bukan pada waktunya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
“Maka kecelakalah untuk orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”
(Al Ma’un: 4-5)

Sungguh diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma dan dari yang lainnya bahwa beliau berkata, "Yaitu orang-orang yang menunda-nunda sampai keluar waktunya," yaitu waktu salat.

Apabila seorang muslim telah berusaha keras dalam melaksanakan salat pada waktunya maka terkadang juga bisa lupa salah satu salatnya seperti yang terjadi pada saudara yang bertanya ini, akan tetapi hal ini jarang terjadi. Kafarat (denda) dari lupa ini adalah ia melaksanakan salat saat ia ingat baik ingatnya pada malam hari atau siang hari. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari Muslim dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu wa ardhah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa wa alihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang lupa dari mengerjakan salat, maka kafarat/dendanya adalah ia mengerjakannya di saat ia mengingatnya dan tidak ada kafaratnya selain itu. (Firman Allah), 'Dirikanlah salat untuk mengingatku.'”

Sumber: As-Syaykh al-Mujahid Turkiy bin Mubarok al-Bin’aliy rohimahulloh, Fatawa on The Air Edisi Ke-7, (Penyebar Berita: 1441 H), hlm. 7-8.

Penulis: Turki Ibn Mubarak Al Bin'ali
Penerjemah: Hubbut Tauhid
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al ‘Umari