Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Seputar Cekcok Suami-Istri

Oleh Turki Ibn Mubarak Al Binali

Pertanyaan:
Ini ada orang lain yang bertanya, ada seorang laki-laki yang cekcok kemudian ia ingin membuat senang istrinya, yaitu dengan membelikan cincin emas untuknya, maka istrinya pun mengambil cincin ini, tetapi ia tetap saja nusyuz (durhaka kepada suaminya) selama beberapa bulan, maka bolehkah suami ini meminta kembali cincin yang telah ia berikan kepada istrinya dan berkata: saya akan kembalikan cincin ini kepadamu kalau kamu kembali nurut kepadaku?

Jawaban:
Tidak diragukan lagi bahwa cekcok terkadang terjadi di antara suami istri, maka hendaknya suami istri ini bertakwa kepada Allah Ta'ala, mengenali haknya masing-masing, dan memperhatikan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam setiap hal ini dan tidak boleh seorang wanita muslimah durhaka kepada suaminya selagi tidak dalam bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Sungguh Imam Ahmad rahimahullah telah meriwayatkan dari 'Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,
“Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang kamu mau.””

Adapun apa yang diperbuat oleh suami yang disebutkan dalam pertanyaan ini, maka sungguh ia telah melakukan kebaikan dalam sebagian perbuatannya dan telah melakukan keburukan di sebagian perbuatannya yang lain. Adapun perbuatan baiknya adalah ia membelikan hadiah (untuk istrinya), sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu wa ardhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,
“Saling bergantianlah kalian dalam memberi hadiah niscaya kalian saling mencintai.”
(HR. Bukhari dalam kitab Adabul
Mufrad)

Adapun perbuatan buruknya adalah ia bertekad kuat meminta agar hadiahnya dikembalikan dan meminta kembali hadiah atau menuntutnya kembali adalah haram. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,
“Orang yang menarik kembali pemberiannya seperti seekor anjing yang muntah dan memakan kembali muntahannya.”
(Muttafaqun ‘Alaih)

Maka suami ini tidak boleh meminta kembali pemberiannya apapun yang terjadi.

Sumber: As-Syaykh al-Mujahid Turkiy bin Mubarok al-Bin’aliy rohimahulloh, Fatawa on The Air Edisi Ke-7, (Penyebar Berita: 1441 H), hlm. 11-13.

Penulis: Turki Ibn Mubarak Al Bin'ali
Penerjemah: Hubbut Tauhid
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al ‘Umari