Oleh Abu Asybal Usamah
@ Pusat Media Mullah ‘Umar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya, atas sahabat-sahabatnya semua.

Miris, sakit hati, mangkel, gemes dan marah bercampur menjadi satu ketika melihat berita-berita yang muncul baru-baru ini di media Arab tentang milisi sekte Syiah Imamiyyah yang di garis depan dalam memberangus umat Islam, Hizbullah. Sekitar setahun setengah milisi ini berada di samping rezim Nushairiyyah Bashar Assad membelanya dalam rangka memberangus rakyat dan revolusi Suriah.

Hizbullah adalah Hizbul Ganja Rusak Generasi Islam Arab

Kini Direktur kontra-narkoba, Brigjen Abdullah Al-Jamil, mengungkapkan Hizbul Ganja (baca:hizbullah Lebanon) memilki pabrik ganja di Lebanon dalam rangka mengedar dan menjual narkoba di Negara-negara Teluk. Brigjen Al-Jamil pada permulaan pembicaraannya menjelaskan masalah macam-macam narkoba yang diselundupkan ke Saudi. Barang haram yang diselundupkan itu ada empat macam yaitu biji-bijian captagon, di mana jenis ini lebih berbahaya dari Heroin. Dan dengan menghancurkan Negara dan pemudanya dengan “rancun” tersebut, komposisinya dirubah dan ditambahkan senyawa beracun Mehrona mematikan yang dicampur dengan obat-obatan untuk membunuh pemuda, sehingga mengakibatkan perilaku yang abnormal seperti membunuh orang tua, zina dan lain-lain. Al-Jamil mengkonfirmsi ada 120 kombinasi dalam obat tersebut.

Hizbul Ganja Lebih Hebat daripada Mafia Narkoba

Pada tanggal 16 Maret 2012, sebuah akun bernama alhgban meng-upload video yang berdurasi 03:19 menit memberitakan skandal petinggi Hizbullah dalam membuat pil narkoba, terutama captagon. Pil-pil itu dibuat di pabrik narkoba di Bekaa, Lebanon, untuk mendanai kegiatan Hizbul Ganja ini. Termasuk yang terlibat adalah Hasyim Moussawai (didakwa memproduksi dan menyelundupkan captagon) dan tokoh Syiah Abbas Nashir (“mengantarkan” bahan-bahan ke pabrik). (link video: Skandal Produksi dan Penyelundupan Narkoba oleh Syi'ah Hizbullah - https://m.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=lKoOvD0YGFs )

Artikel Ahmad Azh Zharafi di situs albainah pada 25 Syawwal 1431 H atau 4 Oktober 2010 menjelaskan skandal perdagangan narkoba oleh Hizbul Ganja ini, sampai-sampai Ahmad melabeli Hizbul Ganja lebih hebat dari mafia narkoba dalam penyelundupan.

Sampai anak-anak Palestina di pengungsian di Lebanon menjadi media untuk penyelundupan barang haram tersebut. Mereka pun punya jaringan relasi di Amerika Latin dengan Colombia sebagai stasiun utama dalam operasi ilegal Hizbul Ganja ini.

Pada tahun 2005, media-media berita mengutip berita tentang keberhasilan otoritas di Ekuador menangkap jaringan internasional penyelundupan narkoba, yang dikelola oleh pemilik restoran Lebanon di ibukota Quito yang bernama Razi Zaayter.

Zaayter ditangkap bersama enam orang lainnya. Gembong ini mendanai Hizbul Ganja 70% dari keuntungan penjualan narkoba. Hal ini bertepatan dengan pengumuman Jerman dan Brasil tentang penangkapan mafia terbesar dalam menyelundupkan narkoba di dunia, yang dikoordinasi 20 orang Lebanon dari keturunan satu keluarga.

Sedangkan pada tahun 2008, Nuh Zaayter (42 tahun) diberitakan bahwa ia sebagai petani dan pedagang narkoba terkemuka di antara 50 pedagang narkoba di daera Bekaa. Keuntungan yang diraup oleh Zaayter saat panen mencapai satu setengah juta dollar dan ia membantu 200 jiwa penduduk desanya yang tidak tersedia air dan listrik. Dia pun mempunya 14 pengawal. Bekaa, markas Hizbul Ganja, memberikan keamanan baginya dalam mengurus ladang mariyuana.

Kembali pada konteks awal, Brigjen Al-Jamil menjelaskan bahwa jenis kedua yang berbahaya adalah ganja. Jenis ini berbeda dengan jenis yang sebelumnya (captagon). Jenis ini juga ditanam di daerah Lebanon, Afghanistan dan Maroko. Sedangkan di Afghanistan terdapat 32 propinsi yang hanya 4 propinsi yang dikuasai pemerintah. Lainnya dikuasai oleh pedagang narkoba dan senjata di antara mereka adalah pengedar Iran.

Begitu juga di Lebanon, di mana terungkap sebuah pabrik yang didanai 10 juta dollar oleh Hizbul Ganja (baca;syiah Hizbullah) yang didedarkan ke Negara-negara Teluk, yang telah ditayang oleh MTV Lebanon dan diunggah di You Tube.

Lalu Al-Jamil menyebutkan bahan yang ketiga yaitu Heroin. Namun heroin ini tidak murni, di mana setiap kilo gram akan ditambahkan dengan serbuk lain. Kalau kita mengamati bahan-bahan yang dicampurkan itu, kita akan mengetahui bahwa itu tidak hanya memberikan efek adiktif saja (kecanduan), tapi juga bisa membunuh.

Dan jenis keempat yang disebutkan (Kokain) belum ditemukan di Saudi secara signifikan. Namun sejumlah 25 kg disita dalam keadaan disembunyikan di tengah-tengah paket kiriman ikan. Sedangkan di Inggris pada bulan Oktober 2012 lalu, telah disita sekitar 30 ribu ton Kokain.

Saudi kounter bahaya narkoba. Departemen kontra-narkoba Saudi memilki 25 markas di dunia, di Negara-negara pengedar dan transit di antaranya Sudan, Filiphin, Cina dan lain-lain.

Dalam rangka menghadapi permasalahan ini, Brigjen Al-Jamil mengatakan bahwa Drug Enforcement Administration bekerjasama dengan Universitas Faisal, Dammam, King Fahad University of Petroleum dan Mineral akan memulai riset minggu depan bersama Universitas Raja Faisal di Ahsa, membahas penelitian-penelitian anti-narkoba.

Di samping itu, departemen ini juga akan berkerjasama dengan channel-channel tv Saudi seperti MBC , Al-Sahah dan Al-Sahra untuk memberikan pencerahan tentanag bahaya narkoba kepada generasi muda dan juga menayangkan film kartun edukatif untuk anak-anak. Ya Allah selamatkanlah umat Islam dari tipu daya musuh-musuh dari luar dan dalam. Amiin.

Sumber: http://arrisalah13.blogspot.com/2013/04/syiah-hizbullah-hizbulganja-rusak.html?m=1, dengan penyesuaian

Penulis: Abu Asybal Usamah
Editor: Muhammad Ibn Yusuf

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ

Baca Juga

Hukum Kencing Menghadap Kiblat (48)
Fikih Hanbali: 4 Macam Air Thahur (1/4) (68)
Kisah Anak Bos BBC yang Masuk Islam (65)
Jalan Kebidahan Saluran Fawaid Milik Abu Hilyah Al Atsari (80)
Ladang Pengokohan antara Kaidah atau Syi'ah (74)