Oleh Abu Asybal Usamah
@ Pusat Media Mullah ‘Umar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya, atas sahabat-sahabatnya semua.

Mendirikan dan Memakmurkan Masjid Bilal bin Rabah

Perjalanan panjang bersama JT tidaklah kemudian membuat beliau terus menerus berada dalam kafilah tersebut. Disebabkan ada beberapa masalah yang berbeda, beliau dan bersama pengikutnya pun mendirikan masjid Bilal bin Rabah di Abra, timur Shaida, pada tanggal 1 Ramadhan 1418 H bertepatan dengan 30 Desember 1997 M.

Masjid Bilal bin Rabah didirikan untuk meluruskan persepsi orang tentang masjid dalam Islam. Di mana fungsi masjid tidak sebatas sholat dan khutbah Jumat. Syaikh pun memberikan kuliah setiap hari antara Maghrib dan Isyak yang dihadiri oleh ratusan muslimin dan muslimat.

Selain itu, Masjid Bilal juga mengadakn Syura untuk membahas problem yang berkaitan dengan pelayan (Khidmat) terhadap jamaah sholat dan agenda setiap hari dalam sepekan. Beliau pun ada jadwal khusus untuk pengajian muslimah setiap hari Khamis sebelum shalat zuhur. Sedangkan waktu untuk mudzakaroh dalam urusan dakwah dan da’i setiap Rabu selepas shalat Isya. Beliau menegaskan, Masjib Bilal bin Rabah tidak berafiliasi kepada jama’ah mana pun dan tidak membawa panji khusus. Masjid Bilal terbuka untuk setiap muslim dan jama’ah yang ikhlas tulus berkhidmat untuk Islam dan msulimin. Dan Syaikh Al-Asir menyerukan agar setiap jama’ah hanya membawa panji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari Jihad di Al Qusayr hingga ke Libanun

Beliau adalah sosok ulama Sunni yang membela revolusi rakyat Suriyyah semenjak 2011. Semenjak tahun itu pula beliau sering tampil di media dalam rangka memberikan dukungan kepada rakyat Suriyyah.

Bahkan harian Sidonia News meletakkan beliau sebagai figure pada tahun 2011. Dan saat itu pula semakin terlihat jelas penentangannya terhadap Hasan Narullah, yang membantu Rezim Syiah Nushairiyyah Suriah membantai rakyat Suriah. Apalagi setelah Hasan Nashrullah mengirim pasukannya ke Suriah, beliau semakin gencar memperingatkan Nashrullah.

Setelah sikapnya mendukung revolusi rakyat Suriah, beliau dan pendukungnya terus mendapat tekanan. Belau dan pendukunganya pun menggelar aksi pada tahun 2012 yang membuat kota Shaida lumpuh (saking banyaknya orang yang ikut) beberapa minggu dalam rangka memprotes sikap Syiah Hizbullah yang terus menerus membantai muslim di Suriah.

Syaikh Ahmad Al-Asir dalam sebuah konfernsi pers menegaskan bahwa dia tidak memiliki masalah dengan sekte Syiah. Dan itu dibuktikan bahwa ibu beliau sendiri adalah Syiah. Namun masalahnya adalah dengan proyek Iran yang ingin mendominasi Arab yang di Lebanon direpresentasikan oleh Hizbullah yang membantai Ahlussunnah di Lebanon dan Suriah.

Sampai-sampai, karena belau tidak tahan dengan ulah Hizbullah, beliau melaknat Hasan Nasrullah, Marja Syiah dan Iran (Kemarahan Syaikh Ahmad Al-Asir atas kezaliman yang menimpa rakyat Suriah & Syaikh Ahmad Al-Asir melaknat Hasan Nasrullah, Iran dan ulamanya yang andil dalam pembantaian Ahlussunnah) Tahun 2013 adalah tahun di mana beliau membuktikan kepeduliannya terhadap muslimin di Suriah. Beliau pun berangkat ke Al-Qusayr, di mana Milisi Hizbullah memfokuskan personilnya ke kota tersebut (Syaikh Ahmad Al-Asir ikut dalam front di Al-Qusayr melawan Hizbusysyaithan dan pasukan rezim Suriah).

Setelah kembali dari Al-Qusayr, beliau menceritakan kondisi peperangan dan muslimin di sana (Syaikh Ahmad Al-Asir bercerita tentang kondisi Al-Qusayr). Namun, di Lebanon beliau dan pendukungnya masih mendapatkan tekanan. Karena beliau membela rakyat Suriah, beliau harus mendaptkan tekanan dari tangan Iran di Lebanon, Hizbusysyaithan.

Tidak tanggung-tanggung, Hizbusysyaithan ini pun berkonspirasi dengan Tentara Lebanon (terutama dalam oknum pemerintah yang memusuhi beliau adalah Nabih Birrih, ketua DPR Lebanon) menyerang Masjid Bilal bin Rabah. Sampai sekarang, lebih dari 20 orang pendukung Syaikh Al-Asir gugur mempertahankan kehormatan Masjid Bilal bin Rabah.

Namun ternyata Syaikh Ahmad Al-Asir tidak sendiri. Selain pendukung beliau, ulama-ulama Ahlussunnah Lebanon dan Mesir pun mengumumkan dukungan mereka untuk Syaikh Ahmad Al-Asir. Semoga Allah melindungi Syaikh Ahmad Al-Asir dan juga wali-wali-Nya.

Sumber: http://urusanulama-hl.blogspot.com/2013/10/ulama-ahlul-bait-yang-pernah-bersama.html?m=1, dengan penyesuaian

Penulis: Abu Asybal Usamah
Editor: Muhammad Ibn Yusuf

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ

Baca Juga

Tarbiah Rasul pada Generasi Awal untuk Menghadapi Ujian Dakwah (90)
Revolusi Ahlus Sunnah ‘Iraq Melawan Koalisi Syi'ah Iraq dan Majusi Persia (63)
Sekilas Laporan Departemen Keamanan Umum tentang Munculnya Ghuluw di Negara Islam dan Kitab Al Ba'its (94)
Dinamika Perselisihan Talafi Hajuriyyun (98)
Sekilas Menyelisihi Akidah Ghulat (Khawarij) (83)